Sunday, 19 June 2016

Prosa untuk Mawar

Mawar...
Dalam dingin malam angin berhembus
Mengalir lembut diantara celah-celah rindu
Berbisik syahdu menentang pilu

Mawar...
Bersualah dengan rembulan
Bercengkerama bersama bintang
Karena padanya kutitipkan rasa

Mawar...
Jika nanti malam tak lagi sunyi
Biarkanlah jangkrik-jangkrik bernyanyi
Sebagai pengantar menuju mimpi

Kitto Mata Itsuka - Suatu Hari Nanti

Depapepe merupakan grup musik berasal dari Jepang yang kedua personelnya memainkan gitar akustik. Nama Depapepe sendiri berasal dari gabungan kedua nama pendek dari kedua personelnya. Yakni dengan menggabungkan kata overbite (artinya tonggos dalam bahasa Indonesia) dalam bahasa Jepang adalah Deppa, dan nama dari band Tokuoka sebelumnya yaitu Derupepe.

Saya mengenal Depapepe dari seorang teman, menarik memang ketika kita mendengarkan sebuah musik instrumental (tanpa lirik) karena kita bisa suka dengan lagu itu tanpa harus kita tahu arti didalamnya. Ada satu lagu Depapepe yang saya suka; Kitto Mata Itsuka (2006), ritmenya tidak terlalu cepat tapi tidak juga terlalu pelan dan sangat enak didengar kapanpun dalam suasana apapun. 

Berangkat dari melodinya yang indah, saya jadi penasaran sebenarnya 'Kitto Mata Itsuka' itu bercerita tentang apa sih? Dan lagi-lagi mbah google membantu saya menemukan jawabannya. Dari link ini akhirnya saya tahu kalau 'Kitto Mata Itsuka' itu jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah 'Suatu Hari Nanti'.  Lagu ini mengisahkan tentang persahabatan dan kasih sayang. Dilihat dari liriknya, tokoh dalam lagu ini sangat menghargai persahabatannya, dia tidak ingin persahabatan itu selesai. Lagu ini juga dinyanyikan oleh grup asal Thailand bernama Singular yang featuring juga dengan Depapepenya. Seperti di video ini.


Ga ngerti kan? Tapi enak kan lagunya? Hehe..
Jangan khawatir, buat yang ga ngerti itu lirik artinya apa, ada yang sudah ditranslate ke dalam Bahasa Indonesia, dan hasilnya seperti ini :

---

Apakah itu salah satu kebetulan hidup,
atau takdir yang mentakdirkan bagimu untuk berada di sisiku.
Aku tidak tahu kapan jalan kita akan berakhir,
atau bagaimana hal-hal akan berubah.
Yang penting adalah sekarang.

Aku menghargai semua yang kita miliki.
Aku akan membuat sebagian besar waktu, kita habiskan bersama.
Sehingga sama-berharga di hatiku.
Ketika kamu dan aku harus pergi,
Karena aku tidak tahu kapan kita akan bersama atau terpisah.

Kita, memiliki kenangan yang indah untuk hari ketika kita merasa kesepian.
Kita, punya mimpi manis cerita kita pada malam ketika kita merasa sedih.

Demi esok, jika kita tidak bertemu kembali,
Nikmati saat-saat di hari-hari bahagia.
Kata-kata dan iringan yang berasal dari perasaan,
meskipun tidak pernah banyak, bagiku itu tidak masalah.

Demi masa depan, jika kita tidak bertemu lagi,
Biarkan hal-hal bersinar melalui lirik yang disusun hati kita.
Sehingga jika setiap hari kita harus terpisah,
Kita akan melihat satu sama lain sekali lagi,


---

Artikel ini untuk kamu yang pernah kuberitahu lagu ini dan belum sempat kujelaskan apa artinya. Kamu suka lirik yang mana? Kalau aku suka yang ini :

Kita, memiliki kenangan yang indah untuk hari ketika kita merasa kesepian.
Kita, punya mimpi manis cerita kita pada malam ketika kita merasa sedih.

Saturday, 18 June 2016

Mozaik

Pagi ini inspirasi abu-abu, tak jelas. Maksud hati ingin posting tulisan sendiri, apa daya otak tak sampai. Akhirnya daripada ga posting sama sekali, browsinglah. Dan aku menemukan sebuah karya dari kawan lama. Karyanya juga sudah lama, karena sepertinya akhir-akhir ini dia sudah tidak posting lagi, atau dia lupa password akunnya sendiri. :D

Mozaik, begitu ia memberikan judul terhadap tulisannya. Sebuah prosa singkat yang bercerita tentang rahasia Tuhan. Cekidot...

Kamu tahu, mungkin Tuhan adalah sebuah rahasia besar. Ia terkadang memberikan petunjuk demi petunjuk melalui firasat dan ketidakbiasaan. Kita mengumpulkan mozaik demi mozaik dan mengambil kesimpulan. Terkadang berbeda, terkadang sepakat. Tapi Tuhan tetaplah menjadi rahasia. Kamu tahu, Ia sedang mengajak kita bermain tebak-tebakan.

Mozaik Tuhan itu, kadang hadir dalam wujud seseorang. Dan mozaik yang tak terbantahkan dan tak terhindarkan adalah kamu. Semua tentang kamu adalah rahasia besar yang menggantung di ubun-ubun. Ah, tidak. Bahkan mungkin setiap pertemuan adalah (memang) rahasia yang paling mendasar. Setiap pertemuan mengajak kita bermain tebak-tebakan.

Aku dulu pernah bilang, setiap perpisahan akan selalu memikul satu pertemuan lain. Dan kenapa yang kutemukan adalah kamu, itu juga rahasia Tuhan. Dan Tuhan sendiri adalah rahasia. Jadi rahasia memberi kita rahasia supaya tetap menjadi rahasia. Ini membingungkan. Maksudku, benarkah Tuhan mempertemukan kita untuk sekedar menjadi rahasia saja?


Benarkah Tuhan mempertemukan kita untuk sekedar menjadi rahasia saja? :)

Diujung Pelangi

Gemerisik angin bernyanyi diantara dedauan dan menghempas embun pagi. Dingin. Dari teras rumah kutatap mentari yang mengintip di balik mega. Jingga yang indah. Dari dapur terdengar suara sendok yg memukul dinding-dinding cangkir, melarutkan pahitnya serbuk kopi dan manisnya gula.

"Di pagi sedingin ini enaknya minum secangkir kopi yang hangat." ujar paman sembari membawa dua cangkir kopi.

"Terima kasih paman."

"Apa yang sedang kau pikirkan nak?"

"Pelangi. Aku sudah lama tak melihat pelangi paman."

"Paman heran. Kenapa kau harus menanti pelangi yang datang begitu singkat?" tanya paman dengan seruput kopi pertamanya.

"Karena dia indah. Walau aku tak pernah tau kapan dia akan datang, dan berapa lama aku bisa menatapnya."

"Hidupmu terlalu singkat jika kau hanya duduk menanti pelangi yang bahkan ia tak pernah tahu bahwa kau menantikannya."

"Aku tahu paman. Aku tak menantikannya, aku hanya merindukannya."

Embun pagi mulai menguap terhempas riuh angin dan hangatnya mentari. Kopiku dingin tak tersentuh. Sejenak aku teringat sekantung bibit mawar yang diberikan oleh lelaki paruh baya yang kutemui di kebun mawar.

"Paman, sulitkah menanam biji mawar ini?"

"Tentu tidak. Kau hanya perlu menanamnya di tanah, disiram setiap hari, dan diberi pupuk."

"Lalu berapa lama mereka tumbuh?"

"Jangan bertanya berapa lama akan tumbuh, tapi pikirkanlah bagaimana mawar itu akan tumbuh nanti. Apa kau sanggup menyiraminya setiap hari? Apa kau sanggup menyiangi rumput-rumput liar disekitarnya? Dan apa kau siap tergores duri saat kau membersihkan daun dan ranting-ranting yang kering?"

Kusimpan kembali bibit mawar itu, lalu kuteguk kopiku yang sudah dingin. Pelangi memang tak datang pagi ini, tapi aku percaya ia akan datang suatu saat nanti. Dan untukmu pelangi, aku masih disini. Menunggumu datang untuk bercengkerama, berbicara tentang waktu yang terlewatkan. Aku menunggumu, diujung pelangi.



Jika kau tak dapat melihat pelangi, setidaknya kau bisa melihat awan yang akan selalu ada meski kau tak pernah merindukannya.

Wednesday, 15 June 2016

Studi Kasus : Siapa yang Anda Pilih?

Mungkin bagi Anda studi kasus di bawah ini tidaklah penting, begitupun menurut saya pada awalnya. Tapi ketika saya membaca postingan ini di sumber aslinya, saya menjadi sadar betapa egoisnya saya. Silahkan bagi Anda yang mempunyai waktu luang, baca studi kasus di bawah, lalu tulis jawaban Anda di kolom komentar.

Anda sedang mengendarai motor ditengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Saat itu juga anda melewati sebuah perhentian Bis satu-satunya didaerah itu. Di perhentian Bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan Bis :
- Seorang nenek tua yang sekarat,
- Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya,
- Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan.

Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk dibonceng Anda, siapakah yang akan Anda ajak ? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu. Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:

* Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang.

* Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya... Tapi kalo dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu khan.... Namun, kita tidak akan pernah tahu kapan kita mendapatkan kesempatan itu lagi.

* Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka.. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian Anda akan kandas selamanya.

Diam Membuat Kita Mati - Filosofi Ikan Hiu dan Salmon

Hiu vs Salmon
Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es..

Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.
Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut..

Bagaimana cara mereka menyiasatinya..??
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut.. Ajaib..!!
Hiu kecil tersebut 'memaksa' salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa..
Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!!

Diam membuat kita mati..!

Bergerak membuat kita hidup...!!


Apa yang membuat kita diam??
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman..
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena..
Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati..!!
Ironis, bukan..??

Apa yang membuat kita bergerak..??
Masalah.. Tekanan Hidup.. dan Tekanan Kerja..
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu..
Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa..
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup..

Itu sebabnya syukurilah 'hiu kecil' yg terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive..

Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak. Hiu-hiu kecil itu bisa diumpamakan siapa dan apa saja dalam hidup kita...

Jangan jatuh walaupun kita dijatuhkan oleh orang lain. Justru efeknya bisa membuat kita bangkit menjadi luar biasa...

sumber : http://www.kisahinspiratif.info/ka/02.php


Bergeraklah, karena kita hidup di bumi yang terus berputar - Mangubay

Selingan Malam

Percakapan suami-istri di suatu pagi dalam keadaan buru-buru karena udah kesiangan untuk berangkat ke kantor

Mama: Pa, kok buru-buru sih?

Papa: iya ditunggu meeting di kantor

Mama: korannya gak dibaca dulu?

Papa: gak usahlah, di kantor juga ada

Mama: apa gak sarapan dulu?

Papa: nanti di kantor juga ada

Mama: kopinya gak diminum?

Papa: gak usahlaaah, di kantor juga ada

Mama: gak cium Mama dulu niih?

Papa: gak usahlah, di kantor juga ad…da… (uuppsss…)

Mama: Golok Mana GoloK

Monday, 13 June 2016

Duri Sekuntum Mawar

Waktu menunjukkan pukul 04.30 pagi ketika paman membangunkanku hari itu.
"Raka, bangun nak. Lekaslah ambil air wudhu, kita shalat berjamaah d mesjid."
"Ia paman", sahutku dengan mata setengah terkantuk.
Aku dan paman berjalan menuju sebuah mesjid yang ada di desa ini, aku terkejut ternyata banyak perubahan yang terjadi disini selama kutinggal kuliah empat tahun lebih. Sawah yang dulu terbentang luas, sedikit demi sedikit berubah menjadi dinding-dinding bata yang megah. Hanya beberapa petak tanah saja yang masih berupa sawah dan kebun, ya kebun.
"Paman, dimanakah sawah-sawah tempatku bermain dulu?" tanyaku iseng.
"Seperti yang kamu lihat, semua sudah berubah." jawab paman singkat.
"Lalu dimana anak-anak bermain sekarang? Di balik dinding-dinding bata itukah? Apa serunya main disana?"
"Jangan salah, desa ini masih memiliki sehamparan tanah yang masih berupa kebun, kebun yang indah. Kau pun pasti akan takjub melihatnya, ia berada di ujung desa, disana. Sepasang kakek-nenek pemilik tanah itu masih mempertahankan tanahnya sebagai kebun."
Pembicaraan kami pun terhenti ketika kami sampai di teras mesjid, aku dan paman menunaikan shalat subuh disana.

***

"Paman, aku penasaran dengan kebun yang tadi paman ceritakan, bolehkah aku pergi ke sana?"
"Pergilah, tapi paman tak bisa menemanimu karena harus mengantar bibimu ke pasar."
"Tak masalah paman, kurasa aku masih ingat jalan-jalan di desa ini."
Kulangkahkan kaki ke tempat yang paman ceritakan tadi, ternyata cukup jauh juga jaraknya. Mentari mulai mengintip dari balik awan ketika aku sampai. Subhanallah.. Sungguh elok yang kulihat, sepanjang mata memandang tampak kebun mawar yang begitu indah, berwarna warni. Mataku terpaku pada setangkai mawar merah yang begitu semerbak, hingga kutergoda untuk memetik dan membawanya pulang, namun tiba-tiba seseorang muncul dari belakang...
"Hati-hati mawar itu......"
Belum selesai suara itu, tanganku merasakan perih seperti tertusuk duri, dan suara itu menampakkan wujudnya.
"Kubilang hati-hati, mawar ini durinya sangat tajam. Kemarikan tanganmu biar ku obati."
Gadis itu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya, dia membersihkan darah ditanganku dan menutupnya dengan plester.
"Terima kasih.. Maaf, kalau boleh tahu kamu siapa?" tanyaku.
"Namaku Mawar, kebun ini milik kakek dan nenekku. Aku disini membantu mereka mengurus kebun ini. Mawar yang tadi kamu petik itu memang yang paling indah disini, tapi kamu harus berhati-hati terhadapnya, durinya sanghat tajam."
"Aku Raka. Disini aku tinggal bersama pamanku, diujung sana."
"Ada perlu apa kamu kesini Mau beli mawar? Kami tidak menjualnya, siapapun boleh memetik mawar disini, tapi dengan seijin kami."
"Tidak, aku hanya main-main saja. Kebetulan aku sedang berlibur, ingin jalan-jalan mencari pemandangan yang segar. Pamanku menunjukkanku tempat ini, dan memang indah."
Gadis itu mengeluarkan gunting, dan memotong ranting-ranting mawar yang kering. Dalam kesibukannya aku bertanya,
"Kakek dan nenekmu suka sekali bunga mawar ya? Kebun seluas ini, isinya bunga mawar semua."
"Begitulah, mereka sangat sekali mawar, bahkan hingga mereka memberi namaku Mawar."
"Nama itu memang pantas untukmu, cantik. Tapi kenapa kalian sangat suka dengan bunga mawar?"
"Mawar itu bunga yang unik, dibalik keharuman dan kecantikannya menyimpan kepedihan. Pernahkah kamu berikir jika tangkai-tangkai mawar itu tak berduri? Keindahannya menjadi tidak berharga lagi, karena semua orang akan dengan seenaknya memetik bunga mawar itu, tanpa perlu khawatir tertusuk duri."
"Ya... seperti yang kualami tadi, perkenalan yang menyakitkan dengan setangkai mawar."
"Ini, bawalah pulang. Simpanlah dirumahmu, simpan didalam vas bunga yang berisi air agar bunganya tak cepat layu. Jika bunga ini telah layu, kau boleh kembali kesini, biar nanti kupetikan lagi." ucapnya seraya memberiku sekuntum mawar putih yang indah.

***

Aku kembali kerumah ketika mentari mulai menghangat. Sebuah pertemuan yang tak diduga, gadis itu punya paras yang cantik secantik kelopak mawar yang ia beri, dan dia punya sorot mata yang tajam setajam duri mawar. Tak tahu kenapa setelah pertemuan itu aku ingat tatapan matanya.
Keesokan hari, selepas shalat subuh di mesjid yang sama aku kembali ke kebun itu. Seperti kemasin, kedatanganku disapa sang mentari yang mengintip dari ufuk timur. Kuberdiri di tengh kebun, meluaskan pandanganku mencari sesosok gadis dengan matanya yang indah.
"Kamu nyari apa?" tiba-tiba suara itu kembali mengejutkanku.
"Aku tak mencari apa-apa, aku hanya sedang mencari seorang gadis cantik secantik mawar yang merawat kebun ini. Kamu." bibirnya tersenyum ketika aku menoleh kearahnya, pipinya merah merona tersamar bias oleh cahaya sang mentari.
"Kamu ini, baru kemarin kenal udah berani gombalin aku." ujarnya sambil tertawa kecil.
Kami berjalan berkeliling kebun sambil berbincang-bincang. Dari pembicaraan kami, aku menjadi tahu kalau orang tua Mawar tidak tinggal di desa ini, mereka merantau ke kota dan Mawar tinggal bersama dengan kakek dan neneknya semenjak kecil. Dan yang kutahu juga, kecintaannya terhadap bunga mawar sangatlah besar, ia sangat telaten dalam mengurus kebun ini.
"Kamu tahu Raka, setiap warna kelopak bunga mawar mempunyai arti tersendiri. Mawar putih misalnya, melambangkan cinta sejati, kemurnian, kesungguhan, kesucian, kelembutan serta kerendahan hati."
"Kalau mawar merah? Kulihat disini didominasi oleh bunga mawar merah."
"Mawar merah adalah favoritku, ia melambangkan cinta, kecantikan, keberanian, penghormatan, keromantisan. Biasanya mawar merah digunakan untuk mengungkapkan cinta."
Ia begitu hafal seluk beluk bunga mawar, sepanjang hari ia terus bercerita tentang mawar. Saking banyaknya ia bercerita, nyaris tak ada yang kuingat satupun apa yang diceritakannya.
***

Hari berganti hari, aku dan Mawar semakin dekat. Entah kenapa aku merasa nyaman didekatnya, senyumnya yang manis dan sorot matanya yang tajam membuatku terpesona.
Tak terasa dua bulan sudah aku disini, esok aku harus kembali ke kota untuk melangsungkan wisuda sarjanaku. Seperti hari-hari sebelumya, selepas shalat subuh aku pergi ke kebun menemui Mawar. Sebelum aku menemuinya, kusempatkan untuk memetik beberapa tangkai bunga mawar merah. Ya, hari ini aku akan menyatakan perasaanku kepadanya.
Kulihat Mawar duduk d teras rumahnya, sembari memotong daun-daun mawar yang kering. Ia melambaikan tangan kearahku seolah memanggilku kesana. Sekuntum mawar merah yang tadi kupetik, kusembunyikan di balik punggungku. Sambil berlutut didepannya, kuberikan mawar itu seraya berkata,
"Mawar, kuberikan sekuntum mawar merah ini untukmu. Aku mencintaimu." Pipinya merah merona, matanya berkaca-kaca, bibirnya menyimpan senyum yang tertahan.
"Mawar, esok aku harus pergi ke kota, mungkin sekitar seminggu. Setelah itu aku akan kembali lagi kesini, untuk melamarmu." ia memeluk erat mawar yang kuberi, ia tersenyum.
Dari dalam rumah terdengar suara kakenya memanggil, "Mawar, ada telepon untukmu. Dari ibumu.".
"Ia kek, tunggu sebentar." jawab Mawar kepada kakeknya.
"Raka, aku masuk dulu. Sebaiknya kamu pulang, berkemas untuk keberangkatanmu besok. Jaga dirimu baik-baik." Mawar pun pergi dengan melempar senyumnya  yang manis.
***
Seminggu telah berlalu, aku kembali ke desa untuk memenuhi janjiku. Setelah menyimpan tas, aku pamit kepada paman untuk menemui Mawar. Sungguh perasaanku sangat bahagia, hari ini aku akan melamar Mawar. Kupercepat langkahku.

Langkahku tiba-tiba terhenti, mataku terperanga seolah tak percaya dengan apa yang kulihat. Kebun mawar yang sepekan kemarin begitu indah dengan bunga-bunganya yang bersemi, kini berubah tandus. Ada apa ini? Apa yang terjadi dengan kebun ini?
"Kebun ini diserang hama, dan sudah seminggu tak ada yang mengurusnya. Keluarga pemilik kebun ini pergi sejak seminggu yang lalu. Dan gadis itu meninggalkan ini untukmu." ucap seorang lelaki setengah baya yang aku sendiri tak tahu itu siapa. Ia memberiku sepucuk surat dan sekantung plastik yang entah apa isinya.
"Terima kasih." kuambil surat dan kantung itu, lelaki itu pun pergi.
Kududuk di pematang kebun yang kini sudah tandus, kubuka surat yang tadi lelaki itu berikan kepadaku...

---
Dear Raka,

Pertemuan ini begitu indah, seindah bunga mawar yang mekar di pagi hari. Namun sayang, sekalipun kita sadari kita tak akan pernah tahu kapan duri itu akan membuat kita terluka. Kau tahu Raka, aku begitu senang ketika mawar-mawar itu bersemi. Aku tak pernah melihat kebunku seindah itu sebelum kau datang.  Dan sesungguhnya aku sangat senang berada dsana bersamamu. Sayangnya aku tak bisa, aku harus meninggalkan mawar-mawar yang sedang bersemi itu, dan membiarkannya mengering seiring berjalannya waktu.

Raka, maafkan aku. Aku tak bisa membalas mawar merah yang kau beri, kau masih ingat saat ibuku meneleponku sebelum kau pergi ke kota? Saat itu tanganku berdarah tertusuk duri saat menggenggam erat mawar merah yang kau beri, perih. Tapi aku tak bisa melepaskan genggamanku darinya, meskipun itu semakin membuatkku terluka. Raka, maafkan aku. Aku harus menikah dengan lelaki yang ibu pilihkan untukku.

Aku tak bisa memberimu sekuntum mawar merah, karena aku tak mau kau merasakan perih seperti yang kurasakan. Tapi aku titipkan bibit mawar ini untukmu, rawatlah, peliharalah dengan baik. Kelak ketika mawar itu berbunga, kau bisa memberikannya kepada wanita yang lebih baik dariku. Selama kau merawatnya, menjaganya, selama itu pula aku ada untukmu. Kita rawat mawar kita di kebun masing-masing, dari bibit yang sama. Cinta.

Raka, aku mencintaimu.

Salam rindu, Mawar.
---

Monday, 25 April 2016

Kata-kata Bijak BJ Habibie

BJ Habibie
Siapa tak kenal beliau, seorang jenius asli Indonesia yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. 

Kisah cintanya bersama Ibu Ainun menjadi begitu terkenal setelah beliau tulis dalam sebuah buku yang kemudian di-film kan dalam "Habibie dan Ainun". Kesetiaannya terhadap Ibu Ainun sungguh sangat menyentuh, mereka berjuang bersama meraih kesuksesan hingga Habibie bisa sampai sekarang.

Beliau merupakan salah satu idola saya, selain karena kesetiaan cinta dan juga kejeniusannya, beberapa quotesnya juga sangat menyentuh. Berikut adalah beberapa quotes dari BJ Habibie.

Tidak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan seseorang yang membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih di bandingkan siapapun. 

Salah satu kunci kebahagiaan adalah gunakan uangmu untuk pengalaman bukan gunakan uangmu untuk keinginan. 

Kegagalan hanya akan ada bila kita menyerah untuk mencoba. 

Jika ada yang menghina anda anggap saja sebagai pujian bahwa sebenarnya dia berjam jam telah memikirkan anda sedang anda tidak sedetipun memikirkan dia. 

Belajarlah mengucap sukur dari hal hal baik di hidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal hal buruk di hidupmu. 

Cinta bukan sekedar tatapan satu sama lain melainkan menatap keluar bersama dengan arah yang seirama 

Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu anda adalah milik anda namun masa depan adalah milik kita berdua. 

Nah itulah beberapa quotes dari BJ Habibie, yang kedua terakhir itu yang jleb.. Menurut kalian, mana yang paling jleb??? ^_^

Wednesday, 9 March 2016

Gerhana Matahari - Sebuah Renungan

9 Maret 2016.

Pemberitaan hari ini heboh, karena hari ini diprediksi akan terjadi gerhana matahari di wilayah Indonesia. Di wilayah yang terlintasi garis khatulistiwa terjadi gerhana total, sedangkan di beberapa daerah lainnya gerhana sebagian.

Subhanallah walhamdulillah, gue juga dapat mengalami kejadian langka ini, sebuah tanda-tanda keagungan Allah dan juga sebagai peringatan bagi kita semua. Memang di tempat gue ga terjadi gerhana total, hanya melalui sebuah jendela kamar gue liat sang surya tertutup rembulan dan membetuk sabit. Secara teoritis fenomena ini terjadi karena bulan, bumi dan matahari terletak pada garis sejajar dan posisi bulan berada di tengah menutupi matahari. Hal ini menyebabkan cahaya matahari tertutup oleh bulan dan bumi menjadi redup.
Subhanallah, maha suci Allah. Coba kita renungkan sejenak, hari ini matahari "hanya" tertutup bulan, dan "hanya" sebentar. Lalu bagaimana nanti pada hari kiamat?  Bagaimana ketika kita bangun di pagi hari sang mentari tak menampakkan diri? Dunia menjadi gelap gulita, dan pada saat itu amalan kita sudah tidak berarti lagi.
Kawan, bersyukurlah kita dapat menyaksikan fenomena ini, dan bertasbihlah memuji Allah, serta beristighfarlah meminta ampunan Allah. Mari kita isi sisa hidup kita dengan amal ibadah, mari kita niatkan hidup kita hanya untuk Allah. Wallahuwalam bishowaf.

Thursday, 13 August 2015

Refleksi Diri

Sabtu, 8 Agustus.

Sabtu malam itu terasa sangat membosankan, kenyataan bahwa esok adalah hari Minggu pun tak mampu membuat gue tersenyum. Ditengah heningnya malam yang terganggu suara nyamuk berseliweran, gadget gue berbunyi.

"PING!!!"

"Kenapa?"

"Lu diundang ga sama si anu?"

"Kaga, napa emang?"

"Dia mau merit minggu depan. Lu dateng ga?"

"Kaga! Makasih!"

Percakapan itupun gue cukupkan sampai sekian. Dan Sabtu malam pun terasa semakin dingin. Si "anu" yang dia maksud adalah seseorang yang pernah ada dalam hidup gue. Ga lama memang, tapi berita tentang pernikahnnya membuat gue jadi galau. Bukan karena kenyataan bahwa dia sekarang menjadi milik orang lain yang sah, atau karena lakinya lebih ganteng dari gue. Haha!

Kenyataan bahwa dia menyebar undangan lebih dulu adalah sebuah cambuk panas buat gue. Cemburu? Entahlah! Yang jelas gue tersadar akan suramnya hidup gue. Gue harus menerima kenyataan bahwa gue selama ini jalan ditempat. Sementara orang lain sudah menemukan arti hidupnya, gue masih sibuk mencari jati diri gue.

Tuhan sudah sangat adil untuk hal ini. Atas karunia-Nya kini dia bahagia dengan orang yang seharusnya. Yang mungkin itu ga akan terjadi kalau dia masih sama gue. Udah ah stop bahas dianya!

Sekarang balik lagi bahas soal gue.
Dari hasil sharing sama orang-orang yang berpengalaman di bidangnya, akhirnya gue dapet beberapa kesimpulan tentang apa sebenarnya yang jadi masalah gue.

Pertama.
Menurut beberapa pakar, galau yang gue rasain ada bukan galau biasa. Melainkan galau yang biasa aja. Mungkin karena hati gue yang terlalu sensitif jadi terlalu lebay buat menanggapinya.

Kedua.
Gue perlu waktu yang cukup banyak buat refreshing, menghilangkan segala penat yang timbul dari rutitinas yang mulai buat gue pengen muntah duit seratus ribuan terus gue masukin dompet buat biaya liburan. Buat merefresh kembali pikiran yang runyam.

Ketiga.
Gue harus bisa belajar ikhlas, ikhlas menerima kenyataan bahwa gue terlahir dalam keadaan yang sudah seharusnya. Bahwa gue ditakdirkan untuk berusaha lebih keras dari orang kebanyakan untuk bisa mempertahankan hidup dan harga diri gue. Dengan ikhlas, perlahan gue bisa mensyukuri semua keadaan. Mengambil hikmah dari semua kejadian yang gue alami.

Keempat.
Realistis! Ya realistis aja. Ga usah pengen segalanya bisa terjadi dengan cepat. Jalan hidup manusia sudah ditetapkan bahkan sejak masih dalam kandungan, hanya saja sejauh mana kita bisa melihat jalan itu?

So, jauhkan pikiran dari hal-hal negatif yang hanya membuat kita mengeluh dan lupa akan rasa syukur atas apa yang telah Tuhan berikan untuk kita. Tatap jalan didepanmu, dan mari tancap gas!!!

Terima kasih kawan.

Tuesday, 9 December 2014

Sendal Jepit

Sendal
Sendal. Tentu setiap orang akan memakainya manakala ia akan bepergian ke suatu tempat, bahkan mungkin juga di dalam rumah. 

Sendal banyak sekali ragamnya, mulai dari harga yang mahal sampai dengan yang paling murah dan identik dengan sendal jepit. Spesies sendal yang satu ini mungkin dianggap kasta paling rendah diantara para sendal, padahal disadari atau tidak (mungkin) dia lah yang paling banyak manfaatnya diantara sendal-sendal yang lain.

Pertama. Jika kalian akan pergi ke mesjid (tempat ibadah) saya yakin kalian akan memilih memakai sendal jepit dibandingkan sendal mahal atau sepatu kerja. Alasannya sederhana, kalau hilang tentu tak akan terlalu rugi karena harganya yang murah. Coba hitung berapa nilai asset kalian yang telah diselamatkan oleh sendal jepit ini? Disamping itu, si sendal jepit ini pula lah yang mengantar kalian pulang pergi menjemput pahala (shalat berjamaah di mesjid). Dan mungkin dia akan bersaksi di akhirat nanti atas amal perbuatan kalian.

Kedua. Ketika kalian sedang mengendarai sepeda motor kemudian turun hujan, kalian akan lebih memilih untuk membeli atau menggunakan (jika sudah ada) si sendal jepit ini dibandingkan sepatu kalian. Jika tak memungkinkan untuk beli sendal jepit, ya mungkin kalian akan memilih berteduh sampai hujan reda. Apa jadinya jika saat itu kalian ada pertemuan penting? Janji sama orang lain? Waktu kalian akan terbuang hanya karena tidak ada sendal jepit (kalau ga mau nyeker loh ya...).

Ketiga. Sendal jepit adalah spesies sendal yang paling mudah untuk dipinjamkan ketika teman kita memang memerlukannya. Karena terkadang kita agak sungkan untuk meminjamkan sendal yang bagus atau mahal. Ya lumayan lah itung-itung amal.

Keempat. Kalau kita beli sendal mahal, mungkin akan cepat ganti karena merasa bosan atau gengsi kalau keluar pake sendal yang itu-itu aja. Tapi kalau kita pake sendal jepit, sampe bulukan, sampe putus itu sendal pasti kita pake terus. Padahal beli sendal jepit kan ga seberapa, tapi ini bukan perkara sayang uang atau pelit. Tapi secara tidak sadar kita telah menyayangi sendal jepit itu sampai titik darah penghabisan. 

Kelima.

Keenam.

Ketujuh.

Udah keabisan ide ngebahas urusan sendal jepit ini, yang jelas kita tak boleh meremehkan si sendal jepit ini. Karena secara tidak sadar dia mendatangkan banyak manfaat untuk kita.  Toh mau sendal mahal atau sendal jepit nantinya diinjek juga, dipakenya di bawah juga. 

Dia yang kita injak-injak
Dia yang bermanfaat
Dia tak tahu sejuknya AC Kantor
Tapi dia tahu panasnya aspal jalanan
Dia setia menemani saat hujan
Dia ada dimana-mana
Dia tak perlu terima kasih
Dia tak perlu diabadikan di museum
Dia ada agar kita mau berfikir
Kesederhanaanlah yang akan membawa kita
Menjelajahi kebahagiaan dunia dan akhirat

Tuesday, 2 December 2014

DP BBM Lucu Kreatif Unik Part #6

Selamat sore.... ini dia DP BBM Lucu Kreatif Unik Part #6, cekidot...






Silahkan di share...

Monday, 1 December 2014

Gadget : Membuat yang Jauh Terasa Dekat, Membuat yang Dekat Terabaikan

Gadget
Selamat malam... Gue harap posting ini ga mengganggu pikiran kalian, ga mengganggu waktu kalian. Kalian bisa baca posting ini disaat kalian santai, mungkin juga bisa dijadikan sebuah renungan.

Gadget. piranti canggih yang relatif berteknologi tinggi sekarang ini bertebaran di mana-mana, dari kualitas nomor satu sampai yang ecek-ecek. Dari kalangan bawah, menengah hingga kalangan atas tak luput dari benda yang disebut gadget.

Di satu sisi gadget memberikan banyak manfaat, salah satunya yang akan gue bahas adalah "membuat yang jauh terasa dekat".

Belakangan ini muncul iklan dari sebuah vendor jejaring sosial yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo (Cinta) dan Nicolas Saputra (Rangga), dimana kita tahu mereka berdua terlibat dalam film fenomenal AADC (Ada Apa Dengan Cinta). Dalam iklan itu diperkenalkan fitur baru dalam jejaring sosial tersebut, dalam fitur tersebut memungkinkan penggunanya dapat menemukan teman lama mereka dengan fasilitas pencarian berdasarkan sekolah tempat mereka belajar dulu. Dengan adanya fasilitas tersebut kita bisa mencari teman-teman lama, berteman (di sosmed) kemudian bernostalgia sampai dengan mengadakan reuni. Dengan komunikasi lewat sosmed, teman yang berada jauh disana pun menjadi terasa sangat dekat.

Di sisi lain, gadget juga memberikan banyak kerugian atau efek negatif, salah satu yang akan gue bahas adalah "membuat yang dekat terabaikan".

Ini pengalaman gue sendiri, sewaktu gue masih kos. Malam hari gue sama anak-anak kos lainnya biasanya ngumpul di salah satu kamar. Awalnya, HP gue masih HP jadul yang cuma bisa dipake telfon & sms, begitupun dengan 2 temen gue yang lainnya. Perkumpulan menjadi terasa hangat sehangat kopi yang yang kami seduh malam itu. Kami saling bercengkerama, bercerita tentang kehidupan kami masing-masing, tawa dan canda kami menambah hangat suasana.

Namun keadaan berubah ketika satu persatu dari kami membeli gadget berflatform android dengan fasilitas sosial media lengkap. "Ritual" kami berkumpul malam masih dijalani, tetapi ada yang beda saat itu. Kami sibuk dengan gadget masing-masing, sehingga kami menyebut diri kami (ketika sibuk sendiri dengan gadget) dengan sebutan "autis". Kesal memang ketika gue nanya temen gue, eh ga dijawab dan malah senyum-senyum sendiri.  Semenjak gue hijrah dari kosan, gue ga tau temen-temen gue disana masih pada autis atau ngga.

Di lain tempat, gue sama temen-temen se-geng di kampus punya aturan main. Kalau kami sedang kumpul, semua gadget dikumpulkan di meja, ditumpuk dann ga boleh diambil sampe pada bubar. Bukan apa-apa, kadang-kadang salah satu temen gue Kanjeng Roro suka emosi sendiri saat dia dicuekin pas ngomong, alesannya satu : main gadget. 

Mungkin kalian juga pernah mengalami hal yang sama, lagi ngedate sama pacar malah dicuekin gara-gara si doi asyik sama gadgetnya. Tak jarang hal-hal seperti itu memicu terjadinya pertengkaran yang berbuntut panjang. Maka dari itu, pesan dari posting ini adalah pergunakan gadget secara tepat, tepat waktu, tepat situasi, tepat kondisi. Jangan sampai kemajuan tekknologi justru menjadi bumerang untuk generasi muda bangsa ini. Buatlah kesepakatan dengan komunitas/pasangan kalian masalah penggunaan gadget, ada waktu dimana kalian dapat berkumpul tanpa adanya gangguan dari orang lain. MU

Sunday, 30 November 2014

Congcorang Si Belalang Sembah

Congcorang
Pernahkah kalian sewaktu kecil bermain dengan congcorang (sunda) atau belalang sembah (indonesia)? Gue dulu suka bermain dengan congcorang ini, biasanya gue sama temen-temen iseng nanyain dimana jodoh kita. Dengan sedikit sentuhan pada si congcorang dia akan menunjuk ke suatu arah. Tawa menggelegar ketika si congcorang menunjuk ke arah orang yang (katakanlah) absurd.

Congcorang atau belalang sembah itu sendiri merupakan sejenis serangga yang termasuk ke dalam ordo Mantodea. Disebut belalang sembah karena body language nya yang bersikap seolah-olah sedang menyembah. Nah sikap seolah-olah sedang "menyembah"  ini lah yang akan jadi point of view gue.

Dalam setiap keyakinan/kepercayaan/agama mempunyai "ujung tombak" dari keyakinan masing-masing untuk disembah. Sebelum era Islam, banyak orang yang menyembah berhala kemudian ketika wahyu Allah turun, banyak berhala yang dihancurkan karena itu merupakan suatu kesesatan.

Kembali ke masalah congcorang, dalam hal ini gue mengidentikan orang munafik dengan congcorang. Congcorang selalu menunjukka sikap "menyembah" nya di hadapan semua orang. Begitupun orang-orang munafik yang senantiasa menunjukkan kebaikan di hadapan orang. Ngomongin hadist lah, dalil lah, padahal gue tau isi leptopnya b*kep semua. Sedangkan congcorang, sebagai belalang "sembah"ternyata dia seorang karnnivora dimana dia memangsa jenis serangga lainnya (wikipedia), berbeda dengan belalang biasa yang memakan daun. Bahkan dia "menyembah" sambil makan, gila kan?

Ngomongin soal munafik tadi, sebenarnya itu hak setiap orang mereka mau berbuat apa di belakang kita yang penting ga mengganggu hidup gue. Tapi plis, biasa aja di depan gue! Gue lebih seneng sama orang yang apa adanya, gue ga peduli background dia kecuali kalo mengusik ketentraman gue. Gue pernah punya temen yang penampilannya kaya preman, tapi kalo ngomongin masalah agama jago banget. Sebaliknya ada juga yang penampilannya ustadz abis tapi...........

Ah sudahlah, sebenernya isi artikel ini ga begitu penting sih, cuma buat mengisi kekosongan waktu aja. Mungkin juga isi artikel ini kurang berkenan bagi beberapa pembaca, gue minta maaf untuk hal itu. Gue cuma pesen satu hal, jadilah diri kalian sendiri dan jangan ditutp-tutupi, karena dengan menjadi diri sendir itulah kalian akan menemukan teman sejati, atau pasangan sejati. MU

Saturday, 29 November 2014

Script Latihan VB6 - Galau Gadai

Setelah obrak-abrik file-file lama akhirnya gue nemuin arsip script latihan VB zaman kuliah. untuk lebih jelasnya langsung aja deh cekidot...


Selamat mencoba...

DP BBM Part #5 - Galau

Siang ini panas bingitz... Buat yang baru patah hati dan lagi galau, ini ada beberapa DP BBM buat kalian. Semoga bisa menjadi pelipur lara...





Cara Mendapatkan Uang dari Blog : Masih Bikin Gue Bingung

Salah satu keyword paling diminati di google search adalah "cara mendapatkan uang dari blog", itu favorit banget deh kayanya. Satu persatu link-link bernada serupa gue ikutin. Sampe gue coba buat daftar di google adsense. Tapi apa coba hasilnya? Gie bingung sendiri, google adsense lah, kampanye lah, pengiklan lah, bla bla bla. Maklum lah gue pemula, obsesinya masih tinggi tapi ilmunya masih cetek. Yang ada di otak cuma bagaimana cara mendapatkan uang? 

Tapi dari beberapa link yang gue ikutin dari obsesi gue itu gue menyimpulkan beberapa hal.

Harus Go Blog, Jangan Goblok!
Secara blog gue pengunjungnya masih bisa diitung jari, gimana mau banyak wong artikelnya rujukan semua. Jujur gue bukan seorang penulis dan mungkin ga bakat jadi penulis. Nilai mengarang Bahasa Indonesia waktu SMA aja pas-pasan. Sedangkan untuk mendapatkan pengunjung blog yang banyak seorang blogger dituntut (sama diri sendiri) untuk membuat tulisan yang dapat menarik banyak pengunjung blog. Ya tapi da aku mah apa atuh? Ngetik aja tulisannya kaya cakar ayam. Tapi persetan dengan semua itu, gue jalani aja sebisanya. Gue gunakan blog gue sebagai ajang pembelajaran, latihan menulis, portal iinformasi, dan just for fun! Karena semua hal besar itu dimulai dari hal yang kecil.

Pede Sama Karya Sendiri
Nah ini nih, kadang gue ngerasa ga pede buat publish tulisan-tulisan gue. Akhirnya ratusan kalimat itu hanya tersimpan di notepad dan word aja tanpa pernah berani gue publish. Jadinya apa? Blog gue setahun lebih vacum, ga ada tulisan, ga ada artikel, ya mati suri aja gitu. Bukan karena gue ga mau ngeblog lagi, tapi karena waktu itu gue pindah kosan dan ga ada akses internet yang mumpuni buat blogging. Paling banter nyadap wifi tetangga. Setelah gue pasang koneksi internet sendiri yang cukup stabil baru lah gue mulai publish beberapa tulisan gue, Walaupun perlu waktu beberapa hari untuk cukup pede buat publish itu, tarik ulur tarik ulur.

Promosi, Promosi, Promosi!
Setelah cukup pede buat publish beberapa tulisan gue, ternyata pengunjung blog gue masih segitu-gitu aja. Ya ialah masalahnya gue masih ngerasa GA PEDE buat promosi, blog gue artikelnya masih dikit, kontennya kurang menarik, blablabla. Ini masalah akut gue, ga bisa marketing. Karena itulah gue ga tahan lama jadi marketing dulu. Tapi entah gimana caranya dalam sebulan kedepan gue harus bisa meningkatkan trafic pengunjung blog gue.

Iklan = Uang
Hal yang jadi primadona di artikel ini, iklan dan uang. Keduanya sangat saling berkaitan di dunia blogging. Secara garis besarnya kalo blog gue udah rame, gue harus bikin space buat para pengiklan, dimana mereka akan memasang iklan produk mereka di blog gue. Ada berbagai macam sistem yang bisa digunakan dalam hal ini, seperti promosi (biasanya dilakukan jika kita kenal dengan pengiklan), menggunakan jasa afiliasi, bertukar link, dan lain-lain. Penyedia jasa pengiklan akan memberikan komisi kepada blogger jika iklan yang ditayangkan dikunjungi oleh pengunjungnya, setelah nomonal tertenu uang komisi tersebut akan ditransfer. 

Mentor
Yang terakhir ini yang belum gue punya. Sebanyak apapun rujukan artikel yang udah gue baca gue masih bingung. Gue masih takut terjebak kalo gue harus membayarkan sejumlah uang tertentu untuk menjadi pengiklann. Tapi gue sendiri masih belum mendapatkan orang yang tepat untuk gue jadikan mentor dalam hal blogging. 

Buat sementara ini target gue adalah bagaimana cara meningkatkan jumlah pengunjug di blog gue, dengan cara yang gue bisa. MU

Friday, 28 November 2014

5 Hal yang Dilakukan Pria Untuk Mengganti Kalimat "Aku Cinta Kamu"


Cinta memang tak selalu harus diungkapkan kata-kata, bahasa tubuh bisa menjadi alternatif lain untuk mengutarakan rasa cinta. beberapa (mungkin kebanyakan) pria sulit untuk mengungkapkan kalimat "aku cinta kamu", tapi mereka menunjukkannya dengan hal-hal lain. Berikut 5 hal yang dilakukan pria untuk mengganti kalimat "aku cinta kamu" yang dilansir dari vemale.com


1. Membelikan Kado

Apabila pasangan Anda tiba-tiba memberikan sesuatu seperti kado atau hadiah meski bukan di hari spesial, itu tandanya ia mencintai Anda. Apalagi jika ia membuat kado itu dengan pesanan khusus atau langsung dibuat oleh pasangan Anda tersebut. Terlebih jika pasangan Anda rela untuk meluangkan waktu khusus untuk bisa bertemu dengan Anda meski ia sedang sibuk berat.


2. Memperlihatkan Kasih Sayang di Publik

Apakah ia memegang tangan Anda, memeluk Anda, melingkarkan lengannya di bahu Anda? Tanpa harus berkata-kata, itu tanda seorang pria mencintai Anda karena ia ingin melindungi Anda dengan sepenuh hatinya. Seorang pria bisa lebih menunjukkan rasa cintanya dengan sentuhan fisik daripada ucapan atau kata-kata.


3. Melindungi Anda

Pria yang mencintai Anda pasti rela untuk memprioritaskan kenyamanan Anda dibandingkan kenyamanan dirinya sendiri. Ia akan memastikan Anda aman di mana pun berada. Misalnya, ia akan dengan suka rela memberikan jaketnya untuk Anda ketika berjalan berdua dalam cuaca yang dingin.


4. Terbuka dengan Masalah yang Dimiliki

Sebagian pria tak mudah untuk membuka diri mereka khususnya tentang masalah-masalah yang mereka miliki kepada orang lain. Jadi jika pria tersebut mau menceritakan masalah yang ia miliki dan membaginya dengan Anda, itu sebenarnya adalah bentuk lain dari rasa cintanya pada Anda. Karena ia mempercayai Anda dan tahu bahwa Anda akan memberinya kenyamanan.


5. Melakukan Sesuatu yang Tak Pernah Dilakukan

Apakah dia tiba-tiba memasakkan masakan khusus untuk Anda padahal Anda tahu bahwa dia tak bisa memasak? Atau dia rela menemani Anda belanja meskipun dia tak suka berbelanja? Saat seorang pria rela melakukan sesuatu yang tak pernah ia lakukan demi membahagiakan Anda, itu adalah bentuk ungkapan cintanya untuk Anda.

Thursday, 27 November 2014

Bingung cari quotes? Mungkin ini bisa jadi alternatif...

Kang Maman
Buat kamu yang suka nonton ILK (Indonesia Lawak Klub) di Trans7, mungkin udah ga asing lagi sama sosok yang satu ini. Beliau di kenal dengan Kang Maman yang biasa jadi No Tulen di acara ILK. Beliau juga seorang jurnalis, puluhan tahun malang melintang di dunia jurnalistik. Nah, berikut ini ada beberapa quotes beliau yang mungkin bisa menjadi inspirasi buat kamu yang lagi bingung mau update status apa di sosmed mu...







  1. Hidup adalah perjalanan menuju pulang
  2. Memaafkan memang mudah, yang susah itu mempercayai kembali
  3. Menulis itu satu hal, dan apa yang ada di dalam hatimu adalah hal lain
  4. Orang takut pada apa yang dia tidak ketahui
  5. Bahkan yang sudah menikahpun belum tentu berjodoh
  6. Rahasia agar tak putus cinta, jangan jatuh cinta
  7. Mantan itu guru yang mengajarkan indahnya terluka, mengubah kepompong menjadi kupu-kupu
  8. Mantan itu bahaya laten bagi yang sudah jadi penganten
  9. Mantan itu jodoh orang lain yang sempat singgah di kehidupan kita
  10. Jomblo itu cuti berpasangan, menikah itu  sementara berpasangan
  11. Kopi sempurna karena rasa pahitnya, begitu pula cinta
  12. Kita tak disatukan oleh kata-kata, tapi oleh cinta yang membisu dalam dekap yang hangat
  13. Ada yg melesat setiap kali pagi menghilang, bukan butir embun yg menggumpal di lengkung dedaunan. Melainkan wajahmu yg selalu hadir di mimpi
  14. Dalam dimensi ruang dan waktu, dalam dimensi ruang hatiku, hanya ada Kamu
  15. Apa artinya membumikan cinta kalau tak mampu melangitkan kedamaian hati
  16. Di batu nisanmu, kutulis namaku, cintaku terkubur selamanya bersamamu
  17. Kadang yang pergi itu bukan untuk meninggalkan, tapi karena melepaskanmu dari kungkungan

Nah, itu dia beberapa quotes Kang Maman yang dikutip dari beberapa sumber. Semoga menginspirasi...