Showing posts with label serial ubay. Show all posts
Showing posts with label serial ubay. Show all posts
Tuesday, 9 April 2013
Emplud & Blemo - Bagian 4 : Rempong
Emplud & Blemo lagi jalan-jalan ke mal, maklum baru dapet kiriman dari kampung. Di suatu cafee di mal tersebut Emplud dan Blemo serius ngeliatin ibu muda yang lagi menyusui anaknya. Kemudian terjadilah hal berikut ini:
Ibu muda (sambil menyusui, ngangkat telfon) : "Eh jeng, maap ya nelfonnya nanti lagi aja, aku lagi rempong nih."
Emplud dan Blemo baru mendengar istilah 'rempong'.
Emplud : "Eh Mo, rempong itu apa sih?"
Blemo : "Memangnya kenapa bah?"
Emplud : "Ibu itu tuh yang lagi menyusui tadi bilang rempong gitu. Apa yah artinya?"
Blemo : "Ya mungkin rempong itu yang lagi dipegang sama bayi itu, ya biasalah orang-orang kota, biar ga terlalu vulgar gitu. Tapi kalau kau masih belum yakin, kau tanyakan saja lah sama ibu itu."
Emplud : "Ia deh, tapi dia bakal marah ga ya?"
Emplud dan Blemo menghampiri Ibu muda itu.
Emplud : "Mmmmm.... Permisi tante.. Maap, nggg... Tante,, nggg itu... nggg... rempong ya?" (sambil nunjuk-nunjuk)
Ibu muda : "Eh, ia ni mas.. Rempong nih.. jangan diliatin dong, malu.."
Emplud : "oh ia maap, cuma mau tanya aja ko... "
Emplud dan Blemo kemudian pergi, di depan pintu lift mereka bertemu dengan seorang cewe cantik dan seksi lagi bawa belanjaan dua kantong besar... Emplud dan Blemo memandangi cewe tersebut dengan seksama...
Cewe : "Ngapain liat-liat mas? Oh ia mas, saya boleh minta tolong ga?"
Emplud : "Boleh, mau minta tolong apa yah?"
Cewe : "Ini nih, tolong bantu pegangin donk... REMPONG nih.."
Emplud : "Hah? Rempong? Dipegangin? Sama saya gituh?"
Cewe : "Ya ialah, sama siapa lagi? Kalo boleh mas yang satunya bantu pegangin juga. (sambil melirik Blemo). Kan ini ada dua, masnya pegang satu, mas yang itu juga pegang satu."
Emplud : "nnnggggg... serius mba boleh saya pegangin?" Saya satu, terus si Blemo satu?"
Cewe : "Ia mas, serius. Saya udah ga kuat nih, berat banget bawanya.."
Blemo : "Bah, habisnya gede kali kau punya barang tuh.. yasudahlah saya bantu pegangin."
Emplud : "Ia mba, gede banget sih, tapi nanti ya kita peganginnya di dalem lift aja."
Pintu lift terbuka
Emplud : "nah, itu pintuya buka, ayo mba kita pegangin di dalem."
Cewe : "Ya udah deh, yang bener ya peganginnya jangan sampe jatoh."
Blemo : "woooww..."
mereka bertiga masuk ke dalam lift..
Emplud : "Saya pegang ya mba...."
1...........2..............3........... Plak plak plak plak plak !!!!!!
-hening-
***
Baca juga :
Emplud & Blemo - Bagian 3 : Operasi PKL
Emplud & Blemo - Bagian 3 : Operasi PKL
Blemo sang mahasiswa IT baru beli modem, Blemo online di kosan dan buka-buka situs media online.
Blemo : "Pemda Bogor bekerjasama dengan instansi terkait melakukan operasi di Jl. semeru terhadap pedagang kaki lima."
Emplud : "Operasinya berhasil ga Mo? Ada berapa pedagang yang dioperasi?"
Blemo : "Berasil plud, ada 30 pedagang."
Emplud : "Terus abis itu mereka dibawa kemana?"
Blemo : "Katanya mereka diangkut ke dalam mobil petugas terus direhabilitasi, biar ga balik-balik lagi."
Emplud : "Emang kalo udah dioperasi terus direhabilitasi ga bisa balik lagi Mo?"
Blemo : "Idealnya sih begitu."
Emplud : "Ada no telepon petugasnya ga Mo?"
Blemo : "Lah, buat apa memangnya kau tanya itu?"
Emplud : "Ngggg.... Sebenernya Emplud mau operasi kutil, kalo petugasnya bisa ngoperasi pedagang yang kakinya lima, pastti bisa lah ngoperasi kutilnya Emplud, apalagi cuma satu. Ia ga?"
Blemo : "Operasi kutil? Kaki lima? Woy, itu operasi razia, bukan operasi bedah Empluuudd!!!! $#$##%$#%!!!!!"
Emplud : "Oh.. Beda ya?"
Blemo : "-__________________-"
***
Baca juga :
Emplud & Blemo - Bagian 2 : Buku Besar
Emplud & Blemo - Bagian 4 : Rempong
Monday, 8 April 2013
Emplud & Blemo - Bagian 2 : Buku Besar
Emplud seorang mahasiswa fakultas ekonomi sedang berkutat dengan buku-bukunya, bak perpustakaan saja bukunya dikeluarkan semua. Emplud garuk-garuk kepala dengan wajah frustasi, kemudian datanglah Blemo, teman satu kos Emplud seorang mahasiswa fakultas IT.
Blemo : "Kenapa kau plud? Kusut kali muka kau, macam baju belum disetrika saja."
Emplud : "Ia nih, emplud ada tugas nih disuruh bikin buku besar. Dosennya pelit lagi ga mau ngasih tau caranya."
Blemo : "Bah, buat apa pula buku besar tuh?"
Emplud : "Ya pokonya mah buku besar itu pasti dipake sama setiap anak akuntansi."
Blemo : "Berarti dipake buat belajar juga ya? Eh, ngomong-ngomong kenapa tak kau tanya saja sama bang Jajang di fotokopian depan?"
Emplud : "Emang dia bisa bikin buku besar?"
Blemo : "Ya aku tak tau, tapi mungkin saja dia jual buku besar. Daripada kau cape-cape bikin buku yang besar itu, mendingan kau beli saja."
Emplud : "Beli? Grrr.. & & # & & # #*"
***
Baca juga :
Emplud & Blemo - Bagian 1 - Running
Emplud & Blemo - Bagian 3 - Operasi PKL
Emplud & Blemo - Bagian 1 : Running
Suatu hari, Blemo sang mahasiswa IT peranakan Batak sedang asyik main di depan laptopnya. Tiba-datanglah Emplud, teman satu kos Blemo, mahasiswa ekonomi peranakan Sunda.
Emplud : "Mo, kita nongkrong yu di mancur. Bete di kosan mulu."
Blemo : "Boleh saja, tapi nanti kalau sudah running ya."
Emplud : "Ya udah emplud temenin, tapi emplud ganti baju dulu yah. Masa pake jeans?
(sambil asyik maen laptop)
Blemo : "Terserah kau saja lah, kalo ga malu pake bikini pun tak apa."
Emplud pergi ke kama untuk ganti baju, ia memakai celana olahraga dan kaos pendek lengkap dengan handuk olahraga.
Emplud : "Mo, ayo atuh kita berangkat?"
Blemo : "Bah, mau kemana pula kau plud pake baju olahraga begitu?"
Emplud : "Jeeh, ai maneh. kan tadi kamu yang ngajak lari."
Blemo : "Siapa pula yang ngajak kau tadi, dari tadi kan kau liat sendiri aku sedang mengerjakan tugas pemrograman."
Emplud : "Loh, tadi kan kamu bilang mau running?"
Blemo : "Alamak, running nya bukan lari sore bang, tapi running program."
Emplud : "oh... Ya udah, laptopnya dibawa lari ajah biar running."
Blemo : "$#$#$#$#&%#$#&%$&@@$%"
***
Baca juga :
Emplud & Blemo - Bagian 2 : Buku Besar
Emplud & Blemo - Bagian 2 : Buku Besar