Showing posts with label artikel rujukan. Show all posts
Showing posts with label artikel rujukan. Show all posts

Wednesday, 15 June 2016

Diam Membuat Kita Mati - Filosofi Ikan Hiu dan Salmon

Hiu vs Salmon
Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es..

Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.
Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut..

Bagaimana cara mereka menyiasatinya..??
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut.. Ajaib..!!
Hiu kecil tersebut 'memaksa' salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa..
Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!!

Diam membuat kita mati..!

Bergerak membuat kita hidup...!!


Apa yang membuat kita diam??
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman..
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena..
Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati..!!
Ironis, bukan..??

Apa yang membuat kita bergerak..??
Masalah.. Tekanan Hidup.. dan Tekanan Kerja..
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu..
Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa..
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup..

Itu sebabnya syukurilah 'hiu kecil' yg terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive..

Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak. Hiu-hiu kecil itu bisa diumpamakan siapa dan apa saja dalam hidup kita...

Jangan jatuh walaupun kita dijatuhkan oleh orang lain. Justru efeknya bisa membuat kita bangkit menjadi luar biasa...

sumber : http://www.kisahinspiratif.info/ka/02.php


Bergeraklah, karena kita hidup di bumi yang terus berputar - Mangubay

Thursday, 27 November 2014

Antara Hawa Nafsu dan Syariat Allah

Antara Hawa Nafsu dan Syariat Allah

Pernah denger nggak sih, kalimat semisal ini?

“Jangan kayak gitulah, kalo gitu sih terlalu ekstrim”

“Islam itu kan toleran, mudah, nggak nyusah-nyusahin, fleksibel”

Kalimat yang begini, bila diucapkan oleh seorang ulama yang mengerti tentang agama tentu sesuatu yang baik, sesuatu yang benar. Tapi seringnya kalimat-kalimat semisal ini keluar dari lisan orang-orang yang malas dan nggak serius mempelajari Islam, untuk membenarkan kesalahan yang dia lakukan, untuk memilah-memilih hukum mana yang dia suka dan mengabaikan hukum yang tidak dia suka atau bertentangan dengan perbuatannya.

Misalnya, seringkali saya menyampaikan tentang haramnya riba dan turunannya seperti KPR, leasing, kartu kredit, serta haramnya beberapa transaksi ekonomi lain seperti asuransi dan perdagangan saham, biasanya yang keluar dari orang yang begini,

“Jangan kayak gitulah, kalo gitu sih terlalu ekstrim”

Tidak terjadi hal semisal itu ketika saya menjelaskan pada masyarakat tentang keutamaan berpuasa sunnah, rajin bersedekah, semangat dalam menghapal Al-Qur’an, memperbanyak shalat malam dan sunnah-sunnah nawafil lainnya.

Mengapa bisa begitu?

Memang kita hidup dalam masyarakat yang menjadikan dirinya sendiri dan nafsunya menjadi standar atas baik dan buruk, atas halal dan haram, bukan Allah yang menentukannya.

Sesuatu yang menurut dia baik lantas dikatakan baik, sesuatu yang dia belum melakukannya atau dia belum mau melakukannya, maka dikatakan ekstrim. Sayangnya dia sendiri malas dan lalai dalam mempelajari agama.

Lucunya, terkadang ulama yang jelas lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mempelajari agama Islam, dan jelas lebih mengetahui apa yang kebanyakan manusia tidak mengetahui tentang perkara agama, bisa dihukumi “sesat” atau “tidak sesat” oleh segolongan manusia berdasarkan hawa nafsunya.

Hampir-hampir mirip dengan sifat kaum Yahudi yang ketika didatangkan seorang Rasul bagi mereka, bila Rasul itu menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan hawa nafsu mereka, maka mereka mendebat bahkan membunuh Rasul itu. Bedanya dengan sekarang, baru sebatas pembunuhan karakter.

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh (QS Al-Maaidah [5]: 70)

Ceritanya, ada orang yang masih berkutat dengan riba, bahkan hidup dari sana. Sudah umum juga diketahui bahwa seringkali dia melibatkan suap dalam melancarkan bisnisnya. Dan, suatu waktu ada ulama yang menyampaikan haramnya riba dan suap, maka dia katakan

“Wah, itu ustadz ekstrim, salah tuh, terlalu menghakimi dan terlalu keras”

Nah, jadi sekarang yang “Ustadz” yang mana sih, dia atau yang sudah belajar? Jadi, yang “terlalu menghakimi” dan “terlalu keras” siapa?

Agama Islam ini memang agama yang mengatur seluruh kehidupan manusia, karena datang dari Allah yang Maha Mengatur. Memang ada beberapa hal di dalam Islam yang hukumnya syubhat (abu-abu) atau ada ikhtilaf (perbedaan) ulama dalam memandang hukumnya. Namun lebih banyak lagi di dalam agama ini yang sudah jelas-jelas hukumnya didalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah qalbu (HR Bukhari Muslim)

Semua tertulis jelas hukumnya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, kalau saja kita mau belajar mengerti dan memahami hal tersebut.

“Tapi kan nggak semua orang yang bisa paham itu? Baca Al-Qur’an dan As-Sunnah pun harus ada penjelasannya kan?”

Betul sekali, karena itu mulailah belajar. Minimal sediakan tafsir Al-Qur’an sebagai teman dalam membaca Al-Qur’an, setelah tilawah, lanjut dengan merenungi arti serta tafsirnya, dan diskusikan dengan ahli ilmunya bila masih ada yang kurang memahami.

Beli buku yang berkaitan dengan masalah yang kita ingin kuasai, datangi majlis-majlis ilmu yang membahasnya, atau bahkan undanglah yang memiliki ilmunya untuk membahasnya bersama-sama.
Tapi tidak dengan mengatakan,

“Islam itu kan toleran, mudah, nggak nyusah-nyusahin, fleksibel”

Lalu dia menyerahkan definisi “toleran-mudah-nggak susah-fleksibel” itu sesuai dengan dia, tanpa ilmu, tanpa pengetahuan, sehingga sudah pasti akan menuju jalan kesesatan.

Terus terang, saya lebih kagum dan respek pada beberapa teman yang masih bermaksiat namun sadar bahwa mereka bermaksiat, sadar bahwa mereka salah. Hanya perlu dukungan dan waktu saja, dan tentu izin dan hidayah Allah agar mereka mau berubah ke arah yang baik. Karena kesadaran akan kebenaran itu sudah setengah dari kebaikan.

Ada yang tahu kerudung punuk unta itu dilarang, tapi masih menggunakannya, tapi dia sadar betul dan mau untuk mengubah penampilannya, hanya masih belum yakin, hanya masih perlu waktu.

Ada yang masih pacaran, tapi kemana-mana bilang haramnya pacaran. Bukan karena niat yang salah atau sengaja, tapi mungkin masih belum yakin, setan munafik masih ada di dalam hatinya, mungkin masih perlu waktu dan dukungan.

Ada yang masih makan riba, tapi sadar perbuatannya salah, lalu mengundang para asatidz datang ke kantornya, untuk ceramah haramnya transaksi riba. Niatnya sudah ada namun perlu penguatan. Mungkin dia ingin sama-sama karyawanya keluar dari kantor yang penuh riba.

Semua yang begini, kita hormati dan respek, kita dukung dan kita dampingi. Karena kesadaran dan niat sudah ada, kita tinggal memperbesar kesadaran dan niatan itu.

Yang jelas, beda dengan yang kita bahas di depan. Sudahlah salah, malah menyalahkan hukumnya Allah, malah menyalahkan ulama yang membawakan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan malah menuntut agar syariat Islam disesuaikan dengan nafsunya.

Lalu yang jadi Tuhan siapa? Allah atau manusia?

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS Al-Furqaan [25]: 43)

Hanya kepada Allah tentu kita menyembah, artinya hanya pada Allah seluruh ketaatan atas peraturan. Kalaulah kita belum bisa melaksanakannya, maka berdoalah semoga kita diberi kemampuan untuk melaksanakannya, dan keseriusan dalam melaksanakannya.

Janganlah kita jadi orang yang menentang, bahkan menjadikan diri kita sebagai pembuat aturan setelah Allah menurunkan syariat yang jelas yaitu Islam. Tugas kita memahami aturan Allah bukan membuat aturan, mencari dalil halal-haram bukan membuat dalil halal-haram.

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (QS Al-Jaatsiyah [45]: 18)

Untuk beberapa pembahasan tentang transaksi ekonomi yang saya sebutkan diatas, boleh membaca beberapa artikel dibawah ini, atau silakan cari referensi-referensi lain yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

http://konsultasi.wordpress.com/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/
http://konsultasi.wordpress.com/2007/01/13/leasing-sepeda-motor/
http://konsultasi.wordpress.com/2010/01/29/bolehkah-memanfaatkan-kartu-kredit/
http://konsultasi.wordpress.com/2007/09/14/jual-beli-saham-dalam-pandangan-islam/
http://konsultasi.wordpress.com/2012/05/22/hukum-asuransi-syariah/

Disalin dari : http://felixsiauw.com/home/antara-hawa-nafsu-dan-syariat-allah/

Tuesday, 11 November 2014

Rahasia Dasar Mengelola Keuangan dari Rasulullah

ilustrasi uang © rakyatbersatu.com
Dengan langkah gontai, laki-laki itu datang menghadap Rasulullah. Ia sedang didera problem finansial; tak bisa memberikan nafkah kepada keluarganya. Bahkan hari itu ia tidak memiliki uang sepeserpun.
Dengan penuh kasih, Rasulullah mendengarkan keluhan orang itu. Lantas beliau bertanya apakah ia punya sesuatu untuk dijual. “Saya punya kain untuk selimut dan cangkir untuk minum ya Rasulullah,” jawab laki-laki itu.
Rasulullah pun kemudian melelang dua barang itu. “Saya mau membelinya satu dirham ya Rasulullah,” kata salah seorang sahabat.
“Adakah yang mau membelinya dua atau tiga dirham?” Inilah lelang pertama dalam Islam. Dan lelang itu dimenangkan oleh seorang sahabat lainnya.
“Saya mau membelinya dua dirham”
Rasulullah memberikan hasil lelang itu kepada laki-laki tersebut. “Yang satu dirham engkau belikan makanan untuk keluargamu, yang satu dirham kau belikan kapak. Lalu kembalilah ke sini.”
Setelah membelikan makanan untuk keluarganya, laki-laki itu datang kembali kepada Rasulullah dengan sebilah kapak di tangannya. “Nah, sekarang carilah kayu bakar dengan kapak itu…” demikian kira-kira nasehat Rasulullah. Hingga beberapa hari kemudian, laki-laki itu kembali menghadap Rasulullah dan melaporkan bahwa ia telah mendapatkan 10 dirham dari usahanya. Ia tak lagi kekurangan uang untuk menafkahi keluarganya.
Salman Al Farisi punya rumus 1-1-1. Bermodalkan uang 1 dirham, ia membuat anyaman dan dijualnya 3 dirham. 1 dirham ia gunakan untuk keperluan keluarganya, 1 dirham ia sedekahkan, dan 1 dirham ia gunakan kembali sebagai modal. Sepertinya sederhana, namun dengan cara itu sahabat ini bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa sedekah setiap hari. Penting dicatat, sedekah setiap hari.
Nasehat Rasulullah yang dijalankan oleh laki-laki di atas dan juga amalan Salman Al Farisi memberikan petunjuk kepada kita cara dasar mengelola keuangan. Yakni, bagilah penghasilan kita menjadi tiga bagian; satu untuk keperluan konsumtif, satu untuk modal dan satu untuk sedekah. Pembagian ini tidak harus sama persis seperti yang dilakukan Salman Al Farisi.

mengelola uangKEPERLUAN KONSUMTIF

Untuk soal ini, rasanya tidak perlu diperintahkan pun orang pasti melakukannya. Bahkan banyak orang yang menghabiskan hampir seluruh penghasilannya untuk keperluan konsumtif. Tidak sedikit yang malah terjebak pada masalah finansial karena terlalu menuruti keinginan konsumtif hingga penghasilannya tak tersisa, bahkan akhirnya minus.
Yang perlu menjadi catatan, bagi seorang suami, membelanjakan penghasilan untuk keperluan konsumtif artinya adalah memberikan nafkah kepada keluarganya. Jangan sampai seperti sebagian laki-laki yang menghabiskan banyak uang untuk rokok dan ke warung, sementara makanan untuk anak dan istrinya terabaikan.

MODAL

Sisihkanlah penghasilan atau uang Anda untuk modal. Bahkan, kalaupun Anda adalah seorang karyawan atau pegawai. Sisihkanlah setiap bulan gaji Anda untuk menjadi modal atau membeli aset. Menurut Robert T. Kyosaki, inilah yang membedakan orang-orang kaya dengan orang-orang kelas menengah dan orang miskin. Orang kaya membeli aset, orang kelas menengah dan orang miskin menghabiskan uangnya untuk keperluan konsumtif. Dan seringkali orang kelas menengah menyangka telah membeli aset, padahal mereka membeli barang konsumtif; liabilitas.
Aset adalah modal atau barang yang menghasilkan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran. Barangnya bisa jadi sama, tetapi yang satu aset, yang satu liabilitas. Misalnya orang yang membeli mobil dan direntalkan. Hasil rental lebih besar dari cicilan. Ini aset. Tetapi kalau seseorang membeli mobil untuk gengsi-gengsian, ia terbebani dengan cicilan, biaya perawatan dan lain-lain, ini justru menjadi liabilitas. Robert T Kiyosaki menemukan, mengapa orang-orang kelas menengah sulit menjadi orang kaya, karena berapapun gaji atau penghasilan mereka, mereka menghabiskan gaji itu dengan memperbesar cicilan. Berbeda dengan orang yang membeli aset atau modal yang semakin lama semakin banyak menambah kekayaan mereka.
Jangan dianggap bahwa aset atau modal itu hanya yang terlihat, tangible. Ada pula yang tak terlihat, intangible. Contohnya ilmu dan skill. Jika Anda adalah tipe profesional, meningkatkan kompetensi dan skill adalah bagian dari modal, bagian dari aset. Dengan kompetensi yang makin handal, nilai Anda meningkat. Penghasilan juga meningkat.

SEDEKAH

Jangan lupa sisihkan penghasilan Anda untuk sedekah. Mengapa? Sebab ia adalah bekal untuk kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Baik sedekah wajib berupa zakat maupun sedekah sunnah.
Apa yang dilakukan Salman Al Farisi adalah amal yang luar biasa. Ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya. Jadi kita kita punya gaji atau penghasilan tiga juta, lalu kebutuhan konsumtif keluarga kita satu juta, kita baru bisa menandingi Salman Al Farisi jika bersedekah satu juta pula. Namun karena ada hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa sedekah satu bukit tidak dapat menyamai sedekah satu mud para sahabat, kita tak pernah mampu menandingi sedekah Salman Al Farisi.
Harta sejati kita yang bermanfaat di akhirat nanti adalah apa yang kita sedekahkan. Lalu mengapa kita membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian; konsumsi, modal dan sedekah? Mengapa tidak semuanya disedekahkan? Sebab konsumsi dan modal sesungguhnya juga pendukung sedekah kita. Jika keperluan konsumsi kita terpenuhi, maka fisik kita relatif lebih sehat. Dengan fisik yang sehat, kita bisa beribadah dan bekerja yang sebagian hasilnya untuk sedekah. Mengapa perlu mengalokasikan untuk modal/aset? Karena ia akan semakin memperbesar pemasukan kita dan dengannya kita menjadi lebih mudah untuk bersedekah dalam jumlah lebih besar dan juga lebih banyak beramal. 

Oleh : Muchlisin BK
Dikutip dari : http://keluargacinta.com/rahasia-dasar-mengelola-keuangan-dari-rasulullah/

6 Kisah Cinta yang Paling Indah Sekaligus Tragis Dalam Sejarah


Berabad-abad setelah William Shakespeare mengajukan pertanyaan menggelitik, “apa itu cinta?“, para ilmuwan akhirnya menemukan alternatif jawaban: Otak Manusia.
Rasa itu berada dalam pikiran kita, sebuah emosi kompleks yang melibatkan 12 area spesifik otak — yang membentuk jaringan cinta.
Di sisi lain, sejarah mencatat, cinta menjadi alasan sejumlah orang melakukan tindakan luar biasa. Kisah-kisah gairah tak berbalas dan kematian dalam drama ala Shakespeare sejatinya ada di kehidupan nyata.
Berikur 5 kisah cinta paling tragis dalam sejarah, seperti yang dikutip dari Liputan6.com yang melansir dari situs LiveScience:

1. Presiden AS Andrew Jackson dan Rachel Donelson

Rachel Donelson adalah Ibu Negara Amerika Serikat yang paling kontroversial. Ia menikahi Lewis Robard, tuan tanah dari Kentucky dan bercerai pada 1790, sebelum menjadi istri Andrew Jackson pada 1791.
Rachel percaya mantan suaminya telah mengurus proses perceraiannya. Namun, nyatanya, Lewis Robards tak secara resmi mengajukan cerai hingga 1793. Secara teknis, ia menjalani bigami — menikah dengan 2 pria sekaligus.
Sontak, fakta itu menghebohkan. Di masa itu, bahkan perceraian yang mulus dianggap skandal.
Lawan politik Andrew Jackson, para pendukung John Quincy Adams, menggunakan masa lalu Rachel sebagai amunisi untuk menghalanginya maju sebagai presiden. Menyebutnya sebagai perempuan ‘tak bermoral’.
Meski dilanda cobaan berat, baik Andrew Jackson maupun Rachel tetap bersatu. Setelah urusan beres, mereka menikah ulang pada 1794.
Namun, tekanan akibat masalah tersebut diduga membuat kesehatan Rachel bermasalah. Ia tak pernah melihat orang yang ia cintai menjadi presiden. Dua bulan sebelum Andrew Jackson disumpah menjadi Presiden ke-7 AS, ia meninggal akibat serangan jantung pada 22 Desember 1828.
Jackson yang sangat terpukul dengan kepergian istri tercinta dilaporkan tak beranjak dari sisi jasad Rachel, berharap ia akan hidup lagi. Pada hari pemakaman Rachel, sekitar 10 ribu orang berkumpul. Kulit hitam dan putih, kaya ataupun miskin, sebuah simbol demokrasi yang dikampanyekan Andrew Jackson — yang punya slogan terkenal, “Berikan pemerintahan kepada rakyat.”.
Jasad Rachel dibalut gaun dan sandal putih, yang rencananya akan ia kenakan dalam pelantikan sang suami sebagai presiden.
Dalam sambutannya, Jackson yang berduka bicara, “Saat ini aku adalah Presiden AS dan dalam waktu tak lama aku akan memajukan negaraku. Aku bersyukur diberi kesempatan untuk membuatnya berada di sisiku di tempat yang terhormat, namun Yang Maha Kuasa lebih tahu, apa yang terbaik baginya,”.
Sejumlah media massa yang sebelumnya menyerang Rachel Jackson kini berduka atas kepergiannya. Salah satunya edisi 23 Desember 1828 Nashville Whig. Sementara, The Washington Telegraph menulis bahwa,” AS telah kehilangan salah satu bagiannya yang penting.”

2. Ratu Victoria dan Pangeran Albert

Cinta Ratu Victoria pada suaminya, Pangeran Albert — pangeran tampan dari Jerman sangat mendalam. Selama 17 tahun bersama, pasangan tersebut dianugerahi 9 anak: 4 pria, 5 perempuan.
Hati Victoria hancur saat orang yang dicintainya meninggal dunia pada 1861. Setelah itu, di sepanjang hidupnya sang ratu mengenakan pakaian hitam. Hingga ia mangkat pada 1901.
Namun, menurut sejarawan Jane Ridley, seperti dikutip dari BBC, kisah cinta pasangan tersebut diwarnai perebutan kekuasaan. Albert mengambil tanggung jawab Victoria sebagai ratu saat kehamilan membuatnya menyingkir sejenak dari singgasana.
Suasana hati Victoria campur aduk tak karuan. Di satu sisi ia mengagumi kemampuan dan talenta suaminya, namun di sisi lain ia merasa kekuasaannya dirampas. Sementara, Albert tak tahan menghadapi ledakan kemarahan sang istri, diam-diam khawatir pasangannya itu mewarisi kegilaan George III.
Hubungan Victoria dengan anak pertamanya Bertie — yang kemudian menjadi Edward VII sangat buruk.
Saat Bertie berusia 19 tahun, ia ikut latihan militer di Irlandia. Di sana seorang perempuan bereputasi buruk, Nellie Clifden diselundupkan ke tempat tidurnya.
Saat mendengar cerita itu, Pangeran Albert sangat kecewa, ia menyurati putranya itu, surat yang panjang berisi kekecewaan.
Ayah dan anak itu bertemu di Cambridge, keduanya berjalan bersama, bicara panjang, di tengah guyuran hujan. Albert kembali ke Windsor dalam kondisi sakit. Tiga pekan kemudian ia meninggal dunia.
Albert diduga sakit akibat tifus. Teori lain menyebut, ia menderita penyakit Crohn. Setelahnya, Victoria menyalahkan Bertie. Ia tak tahan berada dekat-dekat penerus takhtanya itu. “Aku tak bisa melihatnya tanpa merasa begidik,” tulis dia seperti dimuat BBC.
Selama 40 tahun berikutnya, Victoria mengenakan pakaian berkabung warna hitam dan jarang tampil di depan publik. Bagi rakyatnya ia adalah ‘janda Windsor’ yang tampak menyedihkan dan diselubungi duka.
Namun faktanya, menurut Jane Ridley, ia berhasil mendidik secara luar biasa dan menuntun anak-anaknya dengan baik.

3. Ines de Castro dan Raja Pedro

Ines de Castro menjadi pembantu Putri Constance — yang menikahi putra mahkota Portugal, Pedro. Sang pangeran yang tertarik dengan kecantikannya mulai mengabaikan istri resminya itu.
Setelah Constance meninggal dunia pada 1349, Pedo mencoba menjadikan Ines sebagai ratunya — saat itu mereka sudah punya 3 anak. Namun, ayahnya, Raja Afonso IV menentangnya.
Raja Afonso IV yang berusaha menyingkirkan Ines mengirimkan para bawahannya lvaro Goncalves dan Diogo Lopes Pacheco ke Biara Santa Clara-a-Velha di Coimbra, di mana perempuan itu ditahan.
Ines dibunuh dan dipenggal di depan anaknya yang masih kecil. Aksi itu memicu perang saudara antara ayah dan anak. Saat mendengar berita itu, Pedro menangkap dua algojo itu pada 1361 dan mengeksekusi mereka di depan umum.
Pedro pun menjadi Raja Portugal pada 1357. Ia mengaku telah menikahi Ines diam-diam, dan mengangkatnya sebagai ratu. Legenda menyebut, ia menggali makam Ines dan memaksa seluruh pejabat dan abdinya mengucap sumpah setia pada ratu yang baru dengan cara mencium tengkorak tangannya.
Ines kemudian dimakamkan di Biara 4 Alcobaca, bersisian dengan Pedro yang mangkat pada 18 January 1367. Dua peti marmer yang indah dilengkapi relief kehidupan mereka. Juga janji Pedro bahwa mereka akan bersama até ao fim do mundo — hingga akhir dunia.

4. Shah Jahan dan Mumtaz Mahal

Taj Mahal yang mahal dan megah dibangun oleh seorang raja yang patah hati ditinggal istri yang ia cintai.
Monumen itu dibangun pada Abad ke-7 oleh Shah Jahan sebagai makam bagi perempuan yang ia cintai Mumtaz Mahal.
Meski merupakan istri ketiga sang penguasa, Mumtaz Mahal menjadi favorit Shah Jahan. Saat pasangannya itu meninggal dunia saat melahirkan anaknya, ia cepat-cepat membangun Taj Mahal. Butuh waktu 23 tahun untuk menuntaskan bangunan itu.
Sang maharaja sebenarnya ingin membangun Taj Mahal yang lain untuk menjadi peristirahatannya terakhir. Bedanya, yang ini dibangun dari marmer hitam. Serba gelap. Sebagai tanda duka cita yang mendalam akibat ditinggal sang istri terkasih.
Kemudian, sang maharaja juga ingin membangun jembatan yang menghubungkan 2 Taj Mahal — hitam dan putih — melintasi Sungai Yamuna. Namun, rencana itu kabarnya digagalkan oleh putranya.
Namun, para pejabat Archaeological Survey of India (ASI) menekankan, tak ada bukti sejarah yang membuktikan eksistensi Taj Mahal versi hitam. Menyebutnya, itu hanya cerita yang sering disampaikan pemandu wisata untuk menarik para pengunjung.

5. Heloise dan Abelard

Penyair Inggris Alexander Pope membuat Heloise dan Abelard menjadi bagian dari literatur klasik. Namun, sejatinya itu adalah kisah nyata sepasang anak manusia yang berakhir tragis pada Abad ke-12.
Heloise d’Argenteuil adalah murid dari Peter Abelard — filsuf, ahli teologi, sekaligus ahli logika terkemuda di zamannya yang lahir tahun 1079. Chambers Biographical Dictionary bahkan menyebutnya sebagai “Pemikir paling tajam dan teolog paling berani dari abad ke-12″.
Meski usia mereka terpaut 20 tahun, keduanya jatuh cinta. Saat Heloise hamil, mereka melarikan diri dari Prancis ke Inggris — tempat lahir Abelard.
Untuk melindungi perempuan yang ia cintai, Abelard menyelundupkan Heloise ke biara Argenteuil.
Paman Heloise sekaligus orang berpengaruh di Notre Dame, Canon Fulbert yang murka mendengar hubungan mereka menyerang dan mengebiri Abelard — yang belakangan memilih masuk biara.
Pasangan yang tinggal terpisah di biara berbeda setiap hari saling berkirim surat cinta hingga akhir hidupnya, meski keduanya tak akan pernah bertemu lagi
“Beberapa ratus tahun kemudian, Josephine Bonaparte, yang tersentuh kisah cinta keduanya memerintahkan jasad Abelard dan Heloise dimakamkan bersama di pemakaman Pere Lachaise di Paris,” demikian dikutip dari situs abelardandheloise.com. Lepas dari klaim tersebut, hingga kini makam pasangan itu masih jadi subjek kontroversi.

6. Cleopatra dan Mark Antony

Mereka bertemu pada tahun 41 Sebelum Masehi, pada masa penuh gejolak di Republik Romawi.
Seorang ratu Mesir, Cleopatra menggoda jenderal perang berkuasa dan sudah menikah untuk memperkuat aliansi dengan Romawi: Mark Antony.
Cleopatra yang naik takhta pada usia 18 tahun adalah penguasa Mesir bersama ayahnya Ptolemeus XII, saudara laki-laki sekaligus suaminya: Ptolemeus XIII dan Ptolemeus XIV, dan akhirnya anaknya Caesarion. Ia berhasil mengatasi kudeta yang dirancang oleh pendukung saudara laki-lakinya dengan bersekutu dengan Julius Caesar dan lalu Mark Antony.
Cleopatra memiliki 1 anak dari Julius Caesar dan 3 anak dari Mark Antony.
Cleopatra dan putranya dari Julius Caesar, Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan hadir ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Cleopatra ingin putranya menjadi ahli waris Romawi, tetapi Caesar menolak dan lebih memilih cucu lelakinya, Oktavianus atau Octavian.
Kemudian Ratu Mesir itu bertemu dengan Mark Antony dan bersekutu dengannya. Mereka bahkan dikabarkan telah menikah berdasarkan ritus Mesir, meski sang mempelai pria masih terikat pernikahan dengan Octavia Minor.
Saat Oktavianus mengobarkan perang atas Mesir pada 31 Sebelum Masehi, Mark Antony dan Cleopatra bunuh diri.
Antony melakukan aksi bunuh diri dengan menikam dirinya dengan pedang pada tanggal 12 Agustus 30 SM. Sementara Cleopatra dengan cara memasukkan tangannya sendiri ke dalam keranjang penuh ular berbisa.

Thursday, 6 November 2014

Bandara Ini Dilalui Rel Kereta Api


Kalau di Bandara Gibraltar landasan pacunya memotong jalan raya dan kendaraan harus menunggu pesawat lewat, di bandara satu ini, landasan pacunya dipotong oleh lintasan kereta api. Siapa yang harus menunggu? Masinis atau pilot?
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Bandara Gisborne adalah sebuah bandara regional kecil yang terletak di pinggiran barat Gisborne, Pantai Timur Northern Island Selandia Baru. Bandara ini merupakan salah satu dari sedikit bandara di dunia yang memiliki jalur kereta api yang memotong landasan pacu. Bandara Gisborne yang meliputi tanah seluas 160 hektar ini memiliki tiga landasan pacu rumput dan satu landasan utama yang berpotongan dengan Palmerston North – Gisborne Railway Line.
Bandara Wynyard, di pantai utara-barat Tasmania, juga memiliki lintasan kereta api di landasan tetapi menurunnya lalu lintas kereta api memaksa penutupan lalu lintas kereta api di awal tahun 2005, dan dengan demikian rel di bandara Wynyard sudah tidak digunakan.


Bandara Wynyard

Namun di Gisborne, rel masih aktif digunakan dan begitu juga bandaranya digunakan sehari-hari antara 6:30 pagi hingga 8:30 malam. Setelah itu, runway ditutup sampai pagi. Rel kereta api memotong landasan pacu hampir di tengah dan sangat sering kereta api atau pesawat udara yang dihentikan sampai salah satu dari mereka melintas. Ini adalah tugas yang sangat menantang bagi otoritas bandara untuk mengelola trafic landasan yang berpotongan dengan rute rel operasional yang yang memiliki jadwal keberangkatan dan kedatangan sendiri.
Bandara ini adalah link utama untuk memasuki wilayah kecil Gisborne dan menjadi host lebih dari 60 penerbangan domestik. Lebih dari 150,0000 penumpang terbang melalui bandara ini setiap tahun.



sumber : http://terselubung.in/unik/keren-bandara-ini-landasan-pacunya-dilintasi-kereta-api.html

Friday, 31 October 2014

Arti Sebuah Kesetiaan

Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.