Wednesday, 9 March 2016

Gerhana Matahari - Sebuah Renungan

9 Maret 2016.

Pemberitaan hari ini heboh, karena hari ini diprediksi akan terjadi gerhana matahari di wilayah Indonesia. Di wilayah yang terlintasi garis khatulistiwa terjadi gerhana total, sedangkan di beberapa daerah lainnya gerhana sebagian.

Subhanallah walhamdulillah, gue juga dapat mengalami kejadian langka ini, sebuah tanda-tanda keagungan Allah dan juga sebagai peringatan bagi kita semua. Memang di tempat gue ga terjadi gerhana total, hanya melalui sebuah jendela kamar gue liat sang surya tertutup rembulan dan membetuk sabit. Secara teoritis fenomena ini terjadi karena bulan, bumi dan matahari terletak pada garis sejajar dan posisi bulan berada di tengah menutupi matahari. Hal ini menyebabkan cahaya matahari tertutup oleh bulan dan bumi menjadi redup.
Subhanallah, maha suci Allah. Coba kita renungkan sejenak, hari ini matahari "hanya" tertutup bulan, dan "hanya" sebentar. Lalu bagaimana nanti pada hari kiamat?  Bagaimana ketika kita bangun di pagi hari sang mentari tak menampakkan diri? Dunia menjadi gelap gulita, dan pada saat itu amalan kita sudah tidak berarti lagi.
Kawan, bersyukurlah kita dapat menyaksikan fenomena ini, dan bertasbihlah memuji Allah, serta beristighfarlah meminta ampunan Allah. Mari kita isi sisa hidup kita dengan amal ibadah, mari kita niatkan hidup kita hanya untuk Allah. Wallahuwalam bishowaf.

Thursday, 13 August 2015

Refleksi Diri

Sabtu, 8 Agustus.

Sabtu malam itu terasa sangat membosankan, kenyataan bahwa esok adalah hari Minggu pun tak mampu membuat gue tersenyum. Ditengah heningnya malam yang terganggu suara nyamuk berseliweran, gadget gue berbunyi.

"PING!!!"

"Kenapa?"

"Lu diundang ga sama si anu?"

"Kaga, napa emang?"

"Dia mau merit minggu depan. Lu dateng ga?"

"Kaga! Makasih!"

Percakapan itupun gue cukupkan sampai sekian. Dan Sabtu malam pun terasa semakin dingin. Si "anu" yang dia maksud adalah seseorang yang pernah ada dalam hidup gue. Ga lama memang, tapi berita tentang pernikahnnya membuat gue jadi galau. Bukan karena kenyataan bahwa dia sekarang menjadi milik orang lain yang sah, atau karena lakinya lebih ganteng dari gue. Haha!

Kenyataan bahwa dia menyebar undangan lebih dulu adalah sebuah cambuk panas buat gue. Cemburu? Entahlah! Yang jelas gue tersadar akan suramnya hidup gue. Gue harus menerima kenyataan bahwa gue selama ini jalan ditempat. Sementara orang lain sudah menemukan arti hidupnya, gue masih sibuk mencari jati diri gue.

Tuhan sudah sangat adil untuk hal ini. Atas karunia-Nya kini dia bahagia dengan orang yang seharusnya. Yang mungkin itu ga akan terjadi kalau dia masih sama gue. Udah ah stop bahas dianya!

Sekarang balik lagi bahas soal gue.
Dari hasil sharing sama orang-orang yang berpengalaman di bidangnya, akhirnya gue dapet beberapa kesimpulan tentang apa sebenarnya yang jadi masalah gue.

Pertama.
Menurut beberapa pakar, galau yang gue rasain ada bukan galau biasa. Melainkan galau yang biasa aja. Mungkin karena hati gue yang terlalu sensitif jadi terlalu lebay buat menanggapinya.

Kedua.
Gue perlu waktu yang cukup banyak buat refreshing, menghilangkan segala penat yang timbul dari rutitinas yang mulai buat gue pengen muntah duit seratus ribuan terus gue masukin dompet buat biaya liburan. Buat merefresh kembali pikiran yang runyam.

Ketiga.
Gue harus bisa belajar ikhlas, ikhlas menerima kenyataan bahwa gue terlahir dalam keadaan yang sudah seharusnya. Bahwa gue ditakdirkan untuk berusaha lebih keras dari orang kebanyakan untuk bisa mempertahankan hidup dan harga diri gue. Dengan ikhlas, perlahan gue bisa mensyukuri semua keadaan. Mengambil hikmah dari semua kejadian yang gue alami.

Keempat.
Realistis! Ya realistis aja. Ga usah pengen segalanya bisa terjadi dengan cepat. Jalan hidup manusia sudah ditetapkan bahkan sejak masih dalam kandungan, hanya saja sejauh mana kita bisa melihat jalan itu?

So, jauhkan pikiran dari hal-hal negatif yang hanya membuat kita mengeluh dan lupa akan rasa syukur atas apa yang telah Tuhan berikan untuk kita. Tatap jalan didepanmu, dan mari tancap gas!!!

Terima kasih kawan.

Tuesday, 9 December 2014

Sendal Jepit

Sendal
Sendal. Tentu setiap orang akan memakainya manakala ia akan bepergian ke suatu tempat, bahkan mungkin juga di dalam rumah. 

Sendal banyak sekali ragamnya, mulai dari harga yang mahal sampai dengan yang paling murah dan identik dengan sendal jepit. Spesies sendal yang satu ini mungkin dianggap kasta paling rendah diantara para sendal, padahal disadari atau tidak (mungkin) dia lah yang paling banyak manfaatnya diantara sendal-sendal yang lain.

Pertama. Jika kalian akan pergi ke mesjid (tempat ibadah) saya yakin kalian akan memilih memakai sendal jepit dibandingkan sendal mahal atau sepatu kerja. Alasannya sederhana, kalau hilang tentu tak akan terlalu rugi karena harganya yang murah. Coba hitung berapa nilai asset kalian yang telah diselamatkan oleh sendal jepit ini? Disamping itu, si sendal jepit ini pula lah yang mengantar kalian pulang pergi menjemput pahala (shalat berjamaah di mesjid). Dan mungkin dia akan bersaksi di akhirat nanti atas amal perbuatan kalian.

Kedua. Ketika kalian sedang mengendarai sepeda motor kemudian turun hujan, kalian akan lebih memilih untuk membeli atau menggunakan (jika sudah ada) si sendal jepit ini dibandingkan sepatu kalian. Jika tak memungkinkan untuk beli sendal jepit, ya mungkin kalian akan memilih berteduh sampai hujan reda. Apa jadinya jika saat itu kalian ada pertemuan penting? Janji sama orang lain? Waktu kalian akan terbuang hanya karena tidak ada sendal jepit (kalau ga mau nyeker loh ya...).

Ketiga. Sendal jepit adalah spesies sendal yang paling mudah untuk dipinjamkan ketika teman kita memang memerlukannya. Karena terkadang kita agak sungkan untuk meminjamkan sendal yang bagus atau mahal. Ya lumayan lah itung-itung amal.

Keempat. Kalau kita beli sendal mahal, mungkin akan cepat ganti karena merasa bosan atau gengsi kalau keluar pake sendal yang itu-itu aja. Tapi kalau kita pake sendal jepit, sampe bulukan, sampe putus itu sendal pasti kita pake terus. Padahal beli sendal jepit kan ga seberapa, tapi ini bukan perkara sayang uang atau pelit. Tapi secara tidak sadar kita telah menyayangi sendal jepit itu sampai titik darah penghabisan. 

Kelima.

Keenam.

Ketujuh.

Udah keabisan ide ngebahas urusan sendal jepit ini, yang jelas kita tak boleh meremehkan si sendal jepit ini. Karena secara tidak sadar dia mendatangkan banyak manfaat untuk kita.  Toh mau sendal mahal atau sendal jepit nantinya diinjek juga, dipakenya di bawah juga. 

Dia yang kita injak-injak
Dia yang bermanfaat
Dia tak tahu sejuknya AC Kantor
Tapi dia tahu panasnya aspal jalanan
Dia setia menemani saat hujan
Dia ada dimana-mana
Dia tak perlu terima kasih
Dia tak perlu diabadikan di museum
Dia ada agar kita mau berfikir
Kesederhanaanlah yang akan membawa kita
Menjelajahi kebahagiaan dunia dan akhirat

Tuesday, 2 December 2014

DP BBM Lucu Kreatif Unik Part #6

Selamat sore.... ini dia DP BBM Lucu Kreatif Unik Part #6, cekidot...






Silahkan di share...

Monday, 1 December 2014

Gadget : Membuat yang Jauh Terasa Dekat, Membuat yang Dekat Terabaikan

Gadget
Selamat malam... Gue harap posting ini ga mengganggu pikiran kalian, ga mengganggu waktu kalian. Kalian bisa baca posting ini disaat kalian santai, mungkin juga bisa dijadikan sebuah renungan.

Gadget. piranti canggih yang relatif berteknologi tinggi sekarang ini bertebaran di mana-mana, dari kualitas nomor satu sampai yang ecek-ecek. Dari kalangan bawah, menengah hingga kalangan atas tak luput dari benda yang disebut gadget.

Di satu sisi gadget memberikan banyak manfaat, salah satunya yang akan gue bahas adalah "membuat yang jauh terasa dekat".

Belakangan ini muncul iklan dari sebuah vendor jejaring sosial yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo (Cinta) dan Nicolas Saputra (Rangga), dimana kita tahu mereka berdua terlibat dalam film fenomenal AADC (Ada Apa Dengan Cinta). Dalam iklan itu diperkenalkan fitur baru dalam jejaring sosial tersebut, dalam fitur tersebut memungkinkan penggunanya dapat menemukan teman lama mereka dengan fasilitas pencarian berdasarkan sekolah tempat mereka belajar dulu. Dengan adanya fasilitas tersebut kita bisa mencari teman-teman lama, berteman (di sosmed) kemudian bernostalgia sampai dengan mengadakan reuni. Dengan komunikasi lewat sosmed, teman yang berada jauh disana pun menjadi terasa sangat dekat.

Di sisi lain, gadget juga memberikan banyak kerugian atau efek negatif, salah satu yang akan gue bahas adalah "membuat yang dekat terabaikan".

Ini pengalaman gue sendiri, sewaktu gue masih kos. Malam hari gue sama anak-anak kos lainnya biasanya ngumpul di salah satu kamar. Awalnya, HP gue masih HP jadul yang cuma bisa dipake telfon & sms, begitupun dengan 2 temen gue yang lainnya. Perkumpulan menjadi terasa hangat sehangat kopi yang yang kami seduh malam itu. Kami saling bercengkerama, bercerita tentang kehidupan kami masing-masing, tawa dan canda kami menambah hangat suasana.

Namun keadaan berubah ketika satu persatu dari kami membeli gadget berflatform android dengan fasilitas sosial media lengkap. "Ritual" kami berkumpul malam masih dijalani, tetapi ada yang beda saat itu. Kami sibuk dengan gadget masing-masing, sehingga kami menyebut diri kami (ketika sibuk sendiri dengan gadget) dengan sebutan "autis". Kesal memang ketika gue nanya temen gue, eh ga dijawab dan malah senyum-senyum sendiri.  Semenjak gue hijrah dari kosan, gue ga tau temen-temen gue disana masih pada autis atau ngga.

Di lain tempat, gue sama temen-temen se-geng di kampus punya aturan main. Kalau kami sedang kumpul, semua gadget dikumpulkan di meja, ditumpuk dann ga boleh diambil sampe pada bubar. Bukan apa-apa, kadang-kadang salah satu temen gue Kanjeng Roro suka emosi sendiri saat dia dicuekin pas ngomong, alesannya satu : main gadget. 

Mungkin kalian juga pernah mengalami hal yang sama, lagi ngedate sama pacar malah dicuekin gara-gara si doi asyik sama gadgetnya. Tak jarang hal-hal seperti itu memicu terjadinya pertengkaran yang berbuntut panjang. Maka dari itu, pesan dari posting ini adalah pergunakan gadget secara tepat, tepat waktu, tepat situasi, tepat kondisi. Jangan sampai kemajuan tekknologi justru menjadi bumerang untuk generasi muda bangsa ini. Buatlah kesepakatan dengan komunitas/pasangan kalian masalah penggunaan gadget, ada waktu dimana kalian dapat berkumpul tanpa adanya gangguan dari orang lain. MU

Sunday, 30 November 2014

Congcorang Si Belalang Sembah

Congcorang
Pernahkah kalian sewaktu kecil bermain dengan congcorang (sunda) atau belalang sembah (indonesia)? Gue dulu suka bermain dengan congcorang ini, biasanya gue sama temen-temen iseng nanyain dimana jodoh kita. Dengan sedikit sentuhan pada si congcorang dia akan menunjuk ke suatu arah. Tawa menggelegar ketika si congcorang menunjuk ke arah orang yang (katakanlah) absurd.

Congcorang atau belalang sembah itu sendiri merupakan sejenis serangga yang termasuk ke dalam ordo Mantodea. Disebut belalang sembah karena body language nya yang bersikap seolah-olah sedang menyembah. Nah sikap seolah-olah sedang "menyembah"  ini lah yang akan jadi point of view gue.

Dalam setiap keyakinan/kepercayaan/agama mempunyai "ujung tombak" dari keyakinan masing-masing untuk disembah. Sebelum era Islam, banyak orang yang menyembah berhala kemudian ketika wahyu Allah turun, banyak berhala yang dihancurkan karena itu merupakan suatu kesesatan.

Kembali ke masalah congcorang, dalam hal ini gue mengidentikan orang munafik dengan congcorang. Congcorang selalu menunjukka sikap "menyembah" nya di hadapan semua orang. Begitupun orang-orang munafik yang senantiasa menunjukkan kebaikan di hadapan orang. Ngomongin hadist lah, dalil lah, padahal gue tau isi leptopnya b*kep semua. Sedangkan congcorang, sebagai belalang "sembah"ternyata dia seorang karnnivora dimana dia memangsa jenis serangga lainnya (wikipedia), berbeda dengan belalang biasa yang memakan daun. Bahkan dia "menyembah" sambil makan, gila kan?

Ngomongin soal munafik tadi, sebenarnya itu hak setiap orang mereka mau berbuat apa di belakang kita yang penting ga mengganggu hidup gue. Tapi plis, biasa aja di depan gue! Gue lebih seneng sama orang yang apa adanya, gue ga peduli background dia kecuali kalo mengusik ketentraman gue. Gue pernah punya temen yang penampilannya kaya preman, tapi kalo ngomongin masalah agama jago banget. Sebaliknya ada juga yang penampilannya ustadz abis tapi...........

Ah sudahlah, sebenernya isi artikel ini ga begitu penting sih, cuma buat mengisi kekosongan waktu aja. Mungkin juga isi artikel ini kurang berkenan bagi beberapa pembaca, gue minta maaf untuk hal itu. Gue cuma pesen satu hal, jadilah diri kalian sendiri dan jangan ditutp-tutupi, karena dengan menjadi diri sendir itulah kalian akan menemukan teman sejati, atau pasangan sejati. MU

Saturday, 29 November 2014

Script Latihan VB6 - Galau Gadai

Setelah obrak-abrik file-file lama akhirnya gue nemuin arsip script latihan VB zaman kuliah. untuk lebih jelasnya langsung aja deh cekidot...


Selamat mencoba...